MiscellaneousOctober 24, 2005 3:26 am

BundaHari ini bunda genap memasuki usia ke-30. Tidak ada perayaan khusus apa lagi dengan kondisi Galuh yg lagi sakit. Beberapa hari ini jg tanpa kenal lelah dan kurang tidur bunda telah dgn setia menjaga Galuh terutama utk menenangkannya saat dia terbangun krn batuk-2.
Bunda telah melaksanakan tugas dgn baik tanpa mengeluh. Sifatnya yg agak keras membuat ayah dan bunda sesekali adu argumentasi. Namun dibalik itu bunda tetaplah penyayang keluarga.
Maafkan…, menjelang dan disaat ulang tahun bunda hrs menghabiskan waktu utk keluarga terutama buat anak kita.

Selamat ulang tahun ke-30 bunda, smoga slalu diberkati Hyang Widhi, kami selalu menyayangimu.


Miscellaneous 2:19 am

Waktu pulang kantor kamis sore minggu kemarin rasanya ingin benar-2 memanfaatkan libur week end utk istrirahat apa lagi saat itu tubuh ini rasanya benar-2 capai, dan ingin istirahat. Namun sampai di rumah ternyata Galuh badannya panas.
Malam itu tubuhnya terserang demam dan batuk-2. Dan tidak seperti biasanya, kali ini dia terbangun menangis beberapa kali setiap dia terbatuk. Tampaknya tenggorokannya terasa sakit tiap kali terbatuk. Aku dan bunda Galuh menjadi beberapa kali terjaga utk menenangkannya.
Esok harinya, demi Galuh kamipun sepakat utk menemaninya alias cuti 1 hari. Selain itu kami periksakan ke dokter anak. Beberapa obat dan antibiotik pun direkomondasikan.
Saat siang dan sore hari kondisinya sepertiny sudah membaik. Namun ternyata saat malam hari, mungkin krn cuaca yg lagi hujan membuat kondisi udara menjadi dingin. Galuh kembali beberapa kali terbangun dan menangis krn sakit akibat batuk-2. Kondisi tubuhku yg jg lagi drop beberapa kali jg terbatuk-2 walau sering kutahan takut agar tidurnya tidak terganggu.
Pada hari Minggu setelah menjemput neneknya. Aku lihat kondisinya kembali membaik sesekali dia bercuap-2 dan melompat-2 gembira. Ada rasa lega tp sekaligus was-2 bila hari beranjak malam.
Sore itu entah kenapa aku teringat dgn bapak. Ya aku teringat bagaimana saat aku kecil bapak (alm.) begitu perhatian pada anak-2nya. Saat SMP ketika aku terserang gejala tifus bapak dgn setia menjagaku istirahat malah bapak tidur dilantai dgn alas tikar. Aku hanya ingin jadi ayah yg baik utk Galuh namun kondisi tubuhku jg sedang tidak fit tak sadar aku meneteskan air mata. Aku terharu thd apa yg telah bapak berikan padaku, aku jg kasihan pada anaku.
Malam itu sprt aku dan bunda takutkan Galuh kembali terbatuk-2 dan demam. Dia pun beberapa kali menangis. Saat itupun kuputuskan utk mengajak kembali ke dokter.
Hari ini tak terasa libur week end telah lewat. Aku masih blm fit begitu jg anaku walau tadi pagi sudah kulihat agak mendingan. Semoga saja Galuh segera sembuh dan kami bs melihat keceriannya lagi.