Senin kemarin sepertinya menjadi hari yg kurang beruntung buat saya dan keluarga.
Awalnya dari kejadian yg menimpa istri di kantornya ketika box kertas dari mesin photocopy menimpa kakinya.
Kemudian di perjalanan pulang hampir saja terkena sambaran atap rombong bakso yg diangkut sebuah mobil pick up. Sempat saya mengumpat dalam hati kepada supir mobil pick up tadi karena hampir mencelakai kami karena sama sekali tidak mengikat barang yg diangkutnya.
Kesialan berlanjut kira-2 100 meter dekat rumah pada sebuah jalan menurun demi menghindari seorang anak kecil dengan sepedanya yg tiba-2 menotong jalur saya mengerem sepeda motor namun karena jalan yg menurun dan licin karena sisa-2 kerikil sehingga menjadi licin. Kami pun akhirnya terjatuh. Sial umpatku dalam hati sambil menyalahkan developer yg bertanggung jawab atas kualitas jalan yg seadanya.
Ternyata tidak sampai disana. Saat sampai rumah sang Peri kecil - Galuh yg selalu menyambut kedatangan kami jidatnya memar dan agak benjol. Kata Iluh-pengasuhnya Galuh terbentur saat ditinggal sebentar menuangkan air hangat untuk mandi. Hmm lengkaplah kita sekeluarga kena musibah.
Gara-2 kejadian hari itu istriku meminta agar rencana jalan-2 esok harinya dibatalkan. Hmm aku pikir sayang jg. Planning yg aku susun - sebagai penghargaan terhadap Iluh dan utk memberikan refreshing padanya - 2 hari sebelumnya batal. Mungkin emang harus aku undur sampai tenang dulu.
Namun demikian kejadian hari itu tidak menyurutkan niat kami utk tetap bersyukur pada-Nya. Terlebih bencana hari itu tidaklah seberapa. Jadi hari esok akan tetap ceria